Strategi Siber Iran Lumpuhkan Starlink dalam Jebakan Intelijen

7 hours ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi Starlink Foto: Rokas Tenys/Shutterstock

Ketegangan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat sejak awal 2026 menyisakan konflik baru dalam dunia siber. Iran mampu mengalahkan Starlink untuk beroperasi bebas di kawasan kedaulatannya.

Bukan sekadar kisah pemadaman internet, melainkan juga bab baru perang siber modern. Ini adalah perang di langit, berupa perang spektrum, frekuensi, dan kecerdasan strategis, yang justru berbalik menjadi jebakan mematikan bagi lawan.

Sejak demonstrasi besar pecah pada 28 Desember 2025 hingga mereda pada 14 Januari 2026, dunia menyaksikan keputusan ekstrem pemerintahan tertinggi Iran. Negeri para Mullah itu mematikan hampir seluruh layanan internet darat.

ISP nasional dilumpuhkan, koneksi kabel dibekukan, dan lalu lintas data domestik dikunci rapat. Di mata publik global, langkah ini dianggap defensif dan represif. Namun, di baliknya tersembunyi kalkulasi militer siber tingkat tinggi.

Pemutusan internet darat itu bukan akhir, melainkan umpan. Iran memahami bahwa kekosongan konektivitas akan memancing solusi alternatif. Di sinilah Starlink masuk secara masif, menawarkan akses bebas dan cepat dari langit. Terminal-terminal kecil mulai bermunculan, digunakan oleh aktivis, jurnalis, hingga jaringan intelijen asing yang mengira langit lebih aman daripada bumi.

Ilustrasi internet. Foto: Suwin66/Shutterstock

Ironisnya, keputusan Iran mematikan internet darat justru membuka medan tempur baru, yaitu perang internet langit. Alih-alih membiarkan Starlink beroperasi bebas, Iran mengubah ruang udara elektromagnetiknya menjadi arena perang spektrum. Negara ini tidak menyerang infrastruktur fisik satelit, tetapi menyerang fondasi ilmiah komunikasi itu sendiri.

Langkah pertama adalah jamming frekuensi. Iran mengganggu jalur komunikasi antara terminal Starlink dan satelit melalui spektrum gelombang elektromagnetik (GEM). Gangguan dilakukan berlapis, dari gelombang radio, inframerah, cahaya tampak, bahkan hingga spektrum energi tinggi, seperti sinar-X dan gamma. Hasilnya, komunikasi menjadi padat, delay memanjang, data terputus, dan akhirnya mati.

Bagi pengguna awam, gejalanya sederhana. Lampu terminal menyala, ikon koneksi aktif, tetapi internet tidak bergerak. Inilah ilusi konektivitas, internet tampak hidup, tetapi sebenarnya lumpuh. Dalam terminologi militer siber, ini adalah crowded channel paralysis, kondisi ketika jalur komunikasi penuh sesak, sehingga tidak ada paket data yang benar-benar sampai.

Langkah kedua Iran lebih canggih, yaitu dengan GPS spoofing. Hal itu dilakukan dengan memanipulasi sinyal navigasi. Iran “membohongi” posisi dan waktu terminal Starlink. Terminal mengira berada di koordinat dan waktu tertentu, padahal tidak. Akibatnya, sinkronisasi dengan satelit gagal, enkripsi terganggu, dan jalur komunikasi menjadi kacau.

Langkah ketiga adalah saturasi spektrum. Iran memenuhi spektrum dengan sinyal-sinyal artifisial, tidak memutus total, tetapi untuk melemahkan, seperti jalan tol yang dipenuhi kendaraan berhenti, sinyal ada, daya ada, tetapi tidak ada pergerakan efektif. Ini bukan serangan kasar, melainkan seni mengendalikan kepadatan.

Ilustrasi layanan internet Starlink. Foto: Wirestock Creators/Shutterstock

Pada titik inilah Starlink berubah dari solusi menjadi sumber masalah. Setiap upaya koneksi dan setiap terminal yang aktif justru memancarkan jejak elektromagnetik yang bisa dipetakan. Iran tidak perlu meretas konten, tetapi cukup membaca pola. Siapa terhubung dengan siapa, kapan aktif, berapa lama, dan dari lokasi mana.

Dalam perang intelijen, metadata sering lebih berharga daripada data. Iran memanfaatkan Starlink sebagai alat pemetaan sosial dan operasional. Relasi antaragen, jaringan komunikasi, hingga ritme aktivitas harian dapat disusun seperti peta saraf. Ini bukan kebetulan, melainkan strategi yang dirancang sejak awal.

Akibatnya fatal. Lebih dari 600 agen Mossad—termasuk yang memiliki keterhubungan operasional dengan Amerika Serikat—terpetakan pascademonstrasi. Bukan karena mereka ceroboh secara individual, melainkan karena terlalu percay...

Read Entire Article