Ribuan ikan dalam keramba jaring apung di Waduk Jatiluhur mati karena cuaca buruk.(MI/REZA SUNARYA)
HUJAN yang terus mengguyur Kabupaten Purwakarta, khususnya di perairan Waduk Jatiluhur mengakibatkan ikan di Kolam Jaring Apung (KJA) mati massal. Petani ikan diperkirakan menderita kerugian ratusan juta rupiah.
Jumat (23/1), ribuan ikan mati mengambang di hampir setiap KJA yang berada di tengah danau. Setiap KJA bisa berisi ratusan ikan, jenis mas, patin, dan nila.
Menurut Roni, salah seorang petani, kondisi ini terjadi akibat hujan yang turun setiap hari. Selain itu, tak adanya cahaya matahari membuat suhu air lebih dingin dan keruh.
"Faktor cuaca air dingin, air keruh, menjadi penyebab kematian ikan secara massal," ungkapnya.
Dia menyebutkan, sebelumnya, empat tahun lalu dirinya sudah mengalami kejadian serupa. Kondisinya nyaris sama dalam musim penghujan yang turun setiap hari.
Rony yang memiliki 32 kolam jaring apung, mengaku ikan miliknya hampir mati semua. Dia mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
"Minimal rugi Rp200 juta. Padahal, ikan udah bisa dipanen dan bisa masuk pasar," ungkapnya.
Sementara itu, para pekerja dan petani sibuk mengumpulkan ikan mati untuk proses pembersihan. Ada jug petani yang mengambil ikan yang nampak masih segar untuk dijadikan ikan asin.
"ikan yang sudah mati namun masih terlihat segar akan dimanfaatkan untuk menjadi ikan asinm sehingga nanti bisa dijual kembali untuk menambal kerugian," ungkap Aan, petani lain.

8 hours ago
2




















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5380287/original/026074400_1760421304-iPhone_Air_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432329/original/079320000_1764766872-Varian_TECNO_WATCH__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1784724/original/023805100_1511922219-aws03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439875/original/004558000_1765404713-000_87QT9HP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425048/original/028386900_1764209563-konate.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417262/original/092794200_1763526594-cloudflare-outage.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435582/original/076987400_1765080408-Andreas_Diantoro_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427148/original/020469000_1764328565-VP_Network_Strategic_Collaboration_and_Settlement_Telkomsel__Nizar_Fuadi.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3620641/original/042085600_1635848858-thibault-penin-AWOl7qqsffM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5423880/original/034821800_1764120445-IMG-20251126-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422370/original/054454800_1763979846-kampus_pusat_data.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388071/original/050497100_1681018060-babak-habibi-34uOaL1He4w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436024/original/001356600_1765153687-eFootball_FIFAe_World_Cup_2025_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424644/original/081142100_1764150133-Google_Meet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426249/original/006736300_1764298585-Poco_F8_Ultra_08.jpeg)