Rektor IAI Tasikmalaya Minta Pemerintah Kaji Ulang Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK

2 days ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Rektor IAI Tasikmalaya Minta Pemerintah Kaji Ulang Pengangkatan Pegawai SPPG Jadi PPPK Rektor Institut Agama Islam (IAI) Tasikmalaya, Ade Zaenul Mutaqin.(MI/Kristiadi)

REKTOR Institut Agama Islam (IAI) Tasikmalaya, Ade Zaenul Mutaqin, meminta pemerintah untuk melakukan kajian lebih mendalam terkait wacana pengangkatan pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam program makan bergizi gratis (MBG) menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Wacana ini menuai pro dan kontra di kalangan guru dan masyarakat.

Ade Zaenul Mutaqin menyampaikan kekhawatirannya bahwa pengangkatan pegawai SPPG menjadi PPPK akan menimbulkan gejolak di masyarakat, terutama di kalangan guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun namun belum mendapatkan kepastian kesejahteraan. 

“Keputusan pengangkatan SPPG menjadi PPPK bisa menimbulkan gejolak luar biasa, terutama karena masih banyak guru honorer yang sudah mengabdi 10 hingga 15 tahun tanpa mendapatkan kepastian nasib,” kata Ade, Rabu (21/1).

Menurutnya, pengangkatan SPPG yang baru beroperasi satu tahun menjadi PPPK bisa menambah ketidakadilan, mengingat banyaknya guru yang belum mendapat status ASN meski telah mengabdi dalam waktu yang lama. Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam kebijakan pemerintah, terutama yang terkait dengan program prioritas nasional, seperti pemenuhan gizi bagi siswa melalui program MBG.

“Pemerintah harus lebih bijak dalam menyikapi persoalan ini, karena guru memiliki tanggung jawab besar dalam membina karakter dan akhlak siswa. Tugas guru tidak bisa dipandang sepele, dan mereka harus dikelola secara profesional agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” ujar Ade.

Ade juga menyoroti potensi kecemburuan sosial yang bisa muncul jika pengangkatan SPPG menjadi PPPK terlaksana, sementara nasib ribuan guru honorer yang telah lama mengabdi belum jelas. Ia menegaskan bahwa baik guru maupun pegawai SPPG memiliki kontribusi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, namun dengan tugas yang berbeda.

“Kesejahteraan guru dan pegawai SPPG harus diperhatikan secara adil. Jangan sampai hanya satu pihak yang diperhatikan, sementara guru yang berkorban untuk mencerdaskan anak bangsa terabaikan,” tegasnya.

Ade Zaenul Mutaqin berharap pemerintah dapat lebih bijak dan adil dalam mengambil keputusan terkait pengangkatan SPPG menjadi PPPK agar tidak menimbulkan ketimpangan status yang bisa memperburuk citra pendidikan di Indonesia. (E-2)

Read Entire Article