Prospek Penjualan Properti 2026 Masih Terbuka Usai BI Tahan Suku Bunga

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Foto udara kawasan kompleks perumahan di Malang, Jawa Timur, Jumat (29/11/2024). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Penjualan properti disebut sangat dipengaruhi oleh dukungan pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), terutama di tengah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Hermawan Wijaya, mengatakan suku bunga BI menjadi salah satu pertimbangan utama bagi konsumen dalam membeli unit properti. Dengan BI yang menahan suku bunga di level saat ini, peluang penjualan unit pada 2026 dinilai masih terbuka lebar.

“Saya rasa dengan BI menahan tingkat suku bunga di level yang sekarang ini, peluang kita untuk menjual lebih banyak unit di tahun 2026 itu masih terbuka lebar ya,” ucap Hermawan dalam konferensi pers Program National Sales 2026 bertajuk “Royal Key” di Marketing Office BSD, Tangerang Selatan, Kamis (22/1).

Hermawan menuturkan, optimisme tersebut turut didukung berbagai program perbankan yang menawarkan skema suku bunga kompetitif, mulai dari bunga tetap (fixed rate) satu tahun, tiga tahun, hingga lima tahun. Bahkan menurutnya, untuk periode tertentu, tingkat bunga tetap tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan suku bunga acuan BI, sehingga memberikan keuntungan bagi konsumen.

Direktur BSD Hermawan Wijaya dalam konferensi pers di Marketing Office BSD, Tangerang Selatan pada Kamis (22/1/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Selain faktor suku bunga, keberlanjutan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2026 juga dinilai memberikan dorongan signifikan terhadap minat beli properti. “Dan semoga pemerintah melihat efek dari PPN DTP ini bagus dan support bisnis dan itu bisa dilanjutkan di tahun selanjutnya,” kata Hermawan.

Kemudian dari sisi makroekonomi, Hermawan mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 3-4 persen dinilai masih cukup sehat bagi bisnis properti, meski belum mencapai target 5 persen. Ia memperkirakan kebutuhan akan hunian terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk, sehingga permintaan properti dinilai tetap terjaga.

“(Permintaan) rumah ini kan setiap tahun pasti akan meningkat karena jumlah penduduk yang juga meningkat ya,” lanjutnya.

Kemampuan konsumen dalam memiliki unit properti juga disebut sangat terbantu oleh tingkat suku bunga KPR yang relatif rendah. Bahkan, berdasarkan catatan Hermawan, suku bunga KPR saat ini disebut sebagai salah satu yang terendah dengan beberapa penawaran berada di bawah 5 persen.

“Nah tentunya ini dijembatani oleh tingkat suku bunga yang cukup rendah ya saat sekarang ini kalau saya bilang,” kata Hermawan.

Ilustrasi logo Sinarmas. Foto: Toto Santiko Budi/Shutterstock

Ia juga mencatat beragam pilihan tenor bunga tetap yang ditawarkan perbankan, mulai dari satu, tiga, lima, hingga 10 tahun, bahkan ada yang berlaku sepanjang tenor KPR. Selain KPR konvensional, kerja sama juga dilakukan untuk KPR syariah, termasuk skema imbal hasil tetap yang dapat berlaku hingga 15–20 tahun, tergantung usia pemohon.

Berdasarkan catatan Hermawan, mayoritas konsumen cenderung memilih skema bunga tetap tiga hingga lima tahun. Sementara itu, konsumen yang mengambil tenor panjang, seperti 10 hingga 15 tahun, umumnya mampu melunasi kredit lebih cepat, rata-rata dalam waktu tujuh hingga delapan tahun.

“Artinya sepanjang pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan meningkat, kemudian rasa aman customer kita itu ada terhadap sumber inkasnya setiap bulan, saya rasa properti atau rumah itu masih menjadi salah satu alternatif yang diminati,” jelas Hermawan.

Read Entire Article