Presiden Libanon Kecam Serangan Israel di Beirut Selatan

1 month ago 28
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Presiden Libanon Kecam Serangan Israel di Beirut Selatan Joseph Aoun.(AFP/ALEXI J ROSENFELD)

PRESIDEN Libanon Joseph Aoun, Minggu (23/11), menegaskan bahwa serangan udara Israel di wilayah pinggiran Beirut bagian selatan kembali menunjukkan bahwa Israel mengabaikan berbagai desakan untuk menghentikan agresinya.

Pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah serangan Israel yang menewaskan lima orang dan melukai 28 lainnya. Israel mengklaim operasi itu ditujukan kepada kepala staf Hezbollah, Ali Tabatabai. Pihak Hezbollah kemudian mengonfirmasi bahwa Tabatabai memang gugur dalam serangan tersebut.

Dalam keterangannya, Aoun menyebut bahwa serangan tersebut, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Libanon ke-82, merupakan "bukti tambahan bahwa Israel mengabaikan seruan untuk menghentikan agresinya terhadap Libanon."

Ia menambahkan bahwa Israel "menolak untuk menerapkan resolusi internasional dan menolak semua upaya dan inisiatif yang bertujuan untuk mengakhiri eskalasi dan memulihkan stabilitas tidak hanya di Libanon tetapi juga di seluruh kawasan."

Aoun menegaskan bahwa Libanon telah mematuhi penghentian permusuhan "selama hampir satu tahun" dan berulang kali menyampaikan berbagai inisiatif untuk menjaga stabilitas. Ia kembali mengimbau komunitas internasional untuk "memikul tanggung jawab dan melakukan intervensi secara serius dan tegas untuk menghentikan serangan terhadap Libanon dan rakyatnya, mencegah kerusakan dan pertumpahan darah lebih lanjut."

Pada Jumat (21/11), Aoun menyatakan bahwa Libanon bersedia membuka pembicaraan dengan Israel "di bawah naungan PBB, AS, atau internasional bersama" guna mencapai "akhir yang tuntas" dari agresi lintas batas tersebut.

Perdana Menteri Libanon Nawaf Salam juga mengecam serangan Israel dan menyerukan agar seluruh elemen negara bersatu mendukung institusi nasional. Ia menekankan bahwa perlindungan warga sipil serta pencegahan agar Libanon tidak masuk ke "jalur berbahaya" menjadi prioritas pemerintah. Dalam pernyataan melalui akun X, ia mengatakan bahwa pemerintah akan terus menempuh "semua jalur politik dan diplomatik dengan negara-negara sahabat dan saudara" untuk menjaga keselamatan warga, menghindari eskalasi tanpa akhir, menghentikan serangan Israel, mendorong penarikan pasukan Israel dari wilayah Libanon, serta memperjuangkan pembebasan tahanan Libanon.

Salam menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan stabilitas jangka panjang hanya dapat dicapai melalui implementasi menyeluruh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang menyerukan penghentian permusuhan, pembentukan zona bebas senjata dari Sungai Litani hingga Garis Biru yang ditetapkan PBB, serta memperkuat kewenangan negara dan memberi tentara Libanon kapasitas penuh menjalankan mandatnya.

Israel tercatat telah melakukan sejumlah serangan di wilayah selatan Beirut sejak masa gencatan senjata, termasuk yang terakhir pada Juni. Ketegangan di Libanon selatan semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan serangan udara Israel hampir terjadi setiap hari dan diklaim menyasar anggota maupun infrastruktur Hezbollah.

Data Kementerian Kesehatan Libanon menunjukkan sedikitnya 331 orang tewas dan 945 orang terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan pada 27 November 2024. UNIFIL juga mencatat lebih dari 10.000 pelanggaran udara dan darat oleh Israel.

Sesuai ketentuan gencatan senjata, pasukan Israel seharusnya menarik diri dari Libanon selatan pada Januari ini, tetapi baru sebagian yang mundur dan masih mempertahankan keberadaan militer di lima pos perbatasan. (Ant/I-3)

Read Entire Article