Pencabutan Izin 28 Perusahaan Bencana Sumatra, YLBHI Pertanyakan Penegakan Hukum dan Modus Pengalihan ke BUMN Agrinas

13 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pencabutan Izin 28 Perusahaan Bencana Sumatra, YLBHI Pertanyakan Penegakan Hukum dan Modus Pengalihan ke BUMN Agrinas Ilustrasi(Dok Istimewa)

WAKIL Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Edy K. Wahid menilai langkah pemerintah yang mencabut 28 izin perusahaan serta menggugat 6 perusahaan atas bencana ekologis di Sumatra sebagai tindakan yang belum menyentuh akar persoalan. Langkah ini lebih menyerupai upaya cuci tangan dan pengalihan tanggung jawab dari pemerintah ke swasta.

“Pertama, bencana ekologis yang terjadi adalah buah dari sistem tata kelola SDA yang rusak. Pemerintah, sebagai pemberi izin-izin kehutanan, perkebunan, dan pertambangan skala besar, memiliki kontribusi dan tanggung jawab historis yang besar dalam kerusakan ini. Oleh karena itu, tanggung jawab pemulihan dan ganti rugi tidak boleh dibebankan semata-mata kepada korporasi. Pemerintah juga harus bertanggung jawab penuh, baik dalam aspek pemulihan lingkungan maupun pemulihan hak-hak korban, bukan sekadar menjadi Penggugat,” ujar Edy, Jumat (23/1).

Kedua, lanjut Edy, mekanisme ganti rugi melalui setoran ke kas negara adalah keliru dan berpotensi disalahgunakan. Tuntutan ganti rugi Rp4,657 triliun harus dipastikan alokasinya secara langsung untuk pemulihan kehidupan korban bencana secara langsung dan transparan.

Menurutnya, mengalirkan dana sebesar itu ke kas negara tanpa mekanisme khusus berisiko terhadap penyalahgunaan dan tidak menjamin pemulihan yang tepat sasaran. Model ganti rugi seperti ini kerap tidak efektif dan tidak menyentuh akar persoalan, sebagaimana pada kasus-kasus lingkungan yang terjadi sebelumnya.

“Ketiga, kami mempertanyakan transparansi dan kejelasan penegakan hukum. Termasuk pasca pencabutan izin. Mengapa dari 28 perusahaan yang dicabut izinnya, hanya 6 yang digugat? ini untuk menghindari tebang pilih penegakan hukum. Karena, jangan-jangan ini hanyalah modus untuk dialihkan kepada perusahaan BUMN, PT Agrinas yang dikuasai oleh militer. Jika wilayah-wilayah ini hanya dipindahkan dari satu korporasi ke entitas lain tanpa perubahan tata kelola, maka situasinya tidak hanya sama, tetapi berpotensi menjadi lebih buruk,” tegasnya.

Maka dari itu, kata Edy, LBH YLBHI mendesak agar Pemerintahan Pusat, daerah melakukan moratorium izin baru, melakukan evaluasi semua izin yang telah diterbitkan serta menindak tegas semua izin yang melakukan pelanggaran kejahatan lingkungan.

“Presiden Republik Indonesia bukan hanya melakukan pencabutan melalui rilis Pers melainkan harus ada sebuah Keputusan sebagai produk hukum baik berupa Keputusan presiden ataupun melalui Keputusan Menteri,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah melalui penegak hukumnya (Polisi, Polhut) melakukan fungsi pengawasan terhadap perusahaan-perusahan yang telah dicabut izinnya agar benar benar menghentikan semua aktivitasnya di lapangan.

“Negara harus memastikan adanya pertanggungjawaban pemegang izin dalam melakukan pemulihan lingkungan dan ganti rugi terhadap korban,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga wajib bertanggung jawab untuk melakukan pemulihan lingkungan dan ganti rugi terhadap korban bencana.

“Memperbaiki kebijakan tata ruang berbasis daya tampung dan daya dukung lingkungan hidup,” pungkasnya. (H-2)

Read Entire Article