Ilustrasi(Dok Istimewa)
BANYAK perusahaan masih menghadapi tantangan penyusunan pelaporan keberlanjutan, terutama dalam perhitungan emisi gas rumah kaca, mulai dari pengumpulan data, metodologi perhitungan, hingga kesesuaian dengan standar pelaporan.
Menjawab hal itu, TruCarbon, perusahaan teknologi iklim yang berfokus pada dekarbonisasi melalui pengelolaan emisi perusahaan, proyek karbon, dan pembiayaan proyek karbon, menghadirkan TruCount, platform digital carbon accounting untuk membantu perusahaan mengukur, memverifikasi, dan mengelola emisi gas rumah kaca (GRK) secara kredibel sesuai standar internasional.
“TruCount hadir menjembatani kesenjangan itu. Bagi kami, pelaporan keberlanjutan bukan sekadar soal kewajiban, tetapi juga alat untuk memetakan risiko dan peluang bisnis di tengah transisi ekonomi rendah karbon,” ujar CEO TruCarbon Debby Reynata, di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Sebagai perangkat carbon accounting dari Indonesia, TruCount menjadi official tools partner pertama untuk GRI Standards, serta mendukung integrasi metodologi berbasis ISO 14064, GHG Protocol, dan GRI 305. Platform ini memungkinkan perusahaan menghitung emisi Scope 1, Scope 2, dan 15 kategori Scope 3, sekaligus menyediakan fitur scenario modelling, target alignment, mitigation tracking, serta penyusunan GHG inventory report sebagai input penting bagi peta jalan dekarbonisasi korporasi.
Ia menjelaskan sebagai bagian kehadiran TruCount, TruCarbon membuka akses program percobaan TruCount secara gratis khusus bagi perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Januari–30 Juni 2026.
Periode itu diselaraskan dengan tahapan penyusunan laporan keberlanjutan tahun buku 2025 yang akan dilaporkan kepada OJK. Melalui program ini, perusahaan dapat memanfaatkan fitur penuh perhitungan emisi Scope 1 dan Scope 2, menghasilkan laporan siap audit, serta memperoleh dukungan teknis dari tim TruCarbon.
Debby melanjutkan inisiatif ini muncul seiring dengan meningkatnya kompleksitas pelaporan keberlanjutan di Indonesia. Standar internasional seperti IFRS Sustainability Disclosure Standards S2 mengharuskan pengungkapan risiko dan peluang iklim secara kuantitatif, sedangkan GRI Standards mendorong perusahaan mengungkapkan dampak terhadap ekonomi, lingkungan, dan masyarakat melalui pendekatan double materiality.
Momentum peluncuran TruCount juga beriringan dengan seminar Advancing with Double Materiality: Climate Reporting yang digelar BEI bersama Global Reporting Initiative (GRI) ASEAN Network pada 20 dan 22 Januari 2026. Kegiatan ini memperkuat pemahaman perusahaan tentang standar pelaporan terbaru dan peran teknologi dalam memastikan kredibilitas data iklim.
Ia menambahkan upaya menuju pelaporan iklim yang lebih kredibel juga sejalan dengan komitmen nasional. Data Second Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia mengungkapkan target emisi yang dikeluarkan Indonesia yaitu 1,780 juta ton CO2e di 2030 dan 1,787 juta ton CO2e di 2035. TruCarbon menilai kredibilitas data jadi prasyarat bagi perusahaan untuk mengakses pembiayaan transisi, carbon credit, dan instrumen hijau yang semakin berkembang di tingkat global.
“Saat ini, perusahaan tercatat di BEI diwajibkan OJK untuk menyusun Pelaporan Keberlanjutan setiap tahun. Melalui program TruCount Free Trial, kami berharap perusahaan dapat memanfaatkan momentum ini untuk menyiapkan Pelaporan Keberlanjutan 2025 dengan lebih terstruktur dan efisien,” tutup Debby. (H-2)

7 hours ago
1




















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5380287/original/026074400_1760421304-iPhone_Air_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432329/original/079320000_1764766872-Varian_TECNO_WATCH__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1784724/original/023805100_1511922219-aws03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439875/original/004558000_1765404713-000_87QT9HP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425048/original/028386900_1764209563-konate.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435582/original/076987400_1765080408-Andreas_Diantoro_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417262/original/092794200_1763526594-cloudflare-outage.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427148/original/020469000_1764328565-VP_Network_Strategic_Collaboration_and_Settlement_Telkomsel__Nizar_Fuadi.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3620641/original/042085600_1635848858-thibault-penin-AWOl7qqsffM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5423880/original/034821800_1764120445-IMG-20251126-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422370/original/054454800_1763979846-kampus_pusat_data.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388071/original/050497100_1681018060-babak-habibi-34uOaL1He4w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436024/original/001356600_1765153687-eFootball_FIFAe_World_Cup_2025_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424644/original/081142100_1764150133-Google_Meet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426249/original/006736300_1764298585-Poco_F8_Ultra_08.jpeg)