Salah lokasi terdampak bencana tanah longsor di wilayah Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat.(MI/Kisar Rajagukguk-HO)
INTENSITAS hujan tinggi yang mengguyur Kota Depok, Jawa Barat, sejak Jumat (23/1) dini hari memicu rentetan bencana tanah longsor. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mencatat sedikitnya terjadi delapan titik longsor dalam kurun waktu dini hari hingga pagi hari.
Insiden terbaru dilaporkan terjadi pada pukul 08.00 WIB di Kampung Gedong, RT 003 RW 19, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Material tanah dari tebing setinggi 20 meter dilaporkan menimpa rumah warga dan mengancam keselamatan penghuninya.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Deni Romulo Hutauruk, mengonfirmasi bahwa pihaknya bergerak cepat melakukan penyelamatan di lokasi tersebut. Sebanyak 15 warga yang terjebak di area rawan berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
"15 orang kita evakuasi. Mereka terdiri dari orang dewasa hingga balita. Mereka kita evakuasi ke lokasi yang lebih aman," ujar Deni dalam keterangannya, Jumat (23/1).
Nihil Korban Jiwa
Meski material longsoran memiliki dimensi cukup besar dengan panjang mencapai 15 meter, Deni memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rentetan bencana kali ini. Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
"Tebing setinggi 20 meter dengan panjang 15 meter longsor, beruntung jarak rumah korban tidak mepet, sehingga daya rusak longsor tidak fatal," katanya.
Selain mengevakuasi warga, tim DPKP juga mengamankan harta benda milik masyarakat agar tidak terseret material tanah. Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih disiagakan di lapangan untuk melakukan penanganan darurat.
"Tim masih berjibaku di lapangan untuk memasang bambu dan karung berisi tanah agar rumah-rumah tidak ambruk," tambah Deni.
Depok Siaga Bencana
Deni menjelaskan, sebagian besar warga mampu menyelamatkan diri secara mandiri saat kejadian karena kondisi mereka yang belum terlelap tidur saat hujan deras melanda sejak subuh.
Penanganan material tanah dilakukan dengan mengerahkan puluhan petugas dibantu oleh warga setempat. "Dengan peralatan milik pemerintah, DPKP menyingkirkan material tanah," ujar dia.
Kendati demikian, DPKP memberikan peringatan keras bahwa ancaman longsor susulan masih mengintai, mengingat kondisi tanah di wilayah Kota Depok yang cenderung labil dan jenuh air akibat cuaca ekstrem. "Warga harus waspada, jangan sampai lengah, apalagi sampai jadi korban," terang dia.
Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di dekat lereng atau bantaran sungai, untuk segera mengungsi sementara jika hujan deras kembali mengguyur dalam durasi lama.
Bencana di Kemiri Muka menambah daftar panjang insiden serupa di Depok pekan ini. Sehari sebelumnya, tanah longsor juga merusak fasilitas masjid dan pondok pesantren di kawasan Gandul, Kecamatan Cinere, yang memaksa evakuasi terhadap 17 santri yang tengah beraktivitas. (KG/P-2)

12 hours ago
1




















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5380287/original/026074400_1760421304-iPhone_Air_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432329/original/079320000_1764766872-Varian_TECNO_WATCH__Liputan6.comArief_Ferdian_Maulana_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1784724/original/023805100_1511922219-aws03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439875/original/004558000_1765404713-000_87QT9HP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425048/original/028386900_1764209563-konate.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417262/original/092794200_1763526594-cloudflare-outage.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435582/original/076987400_1765080408-Andreas_Diantoro_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5427148/original/020469000_1764328565-VP_Network_Strategic_Collaboration_and_Settlement_Telkomsel__Nizar_Fuadi.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3620641/original/042085600_1635848858-thibault-penin-AWOl7qqsffM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5423880/original/034821800_1764120445-IMG-20251126-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422370/original/054454800_1763979846-kampus_pusat_data.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388071/original/050497100_1681018060-babak-habibi-34uOaL1He4w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436024/original/001356600_1765153687-eFootball_FIFAe_World_Cup_2025_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5424644/original/081142100_1764150133-Google_Meet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5426249/original/006736300_1764298585-Poco_F8_Ultra_08.jpeg)