OTT Kepala Daerah Berulang, ICW Sebut Parpol Gagal Cegah Korupsi

13 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
OTT Kepala Daerah Berulang, ICW Sebut Parpol Gagal Cegah Korupsi Ilustrasi .(Antara)

OPERASI Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo menjadi sinyal kuat bahwa korupsi di level kepala daerah masih bersifat sistemik. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai fenomena ini berakar pada lemahnya pengawasan internal serta kegagalan partai politik dalam melakukan kaderisasi.

Peneliti ICW, Seira Tamara, menegaskan bahwa rentetan penangkapan ini bukanlah kejadian luar biasa yang berdiri sendiri, melainkan pola berulang akibat persoalan struktural yang akut.

“Penangkapan ini kembali menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan di daerah masih sangat lemah dan tidak efektif mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh kepala daerah,” ujar Seira dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).

Kegagalan Struktural
Berdasarkan catatan ICW, sepanjang periode 2010 hingga 2024, setidaknya 356 kepala daerah terjerat kasus korupsi. Seira menyebut angka tersebut membuktikan bahwa korupsi di tingkat lokal bukan sekadar insiden tunggal.

“Angka ini menunjukkan bahwa korupsi kepala daerah bukan insiden, tetapi persoalan struktural yang belum pernah diselesaikan secara serius,” tegas Seira.

Dalam kasus yang menjerat Maidi dan Sudewo, praktik rasuah diduga mencakup sektor pengadaan barang dan jasa, pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), hingga jual beli jabatan. Sektor pengadaan, menurut ICW, menjadi area paling rawan karena adanya intervensi dari pemegang kekuasaan terhadap Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan.

“Posisi Kelompok Kerja Pemilihan masih sangat rentan diintervensi karena berada dalam struktur yang sama dengan pihak yang diawasi. Ini membuka ruang tekanan dari atasan maupun aktor eksternal,” jelas Seira merujuk pada dugaan rekayasa tender proyek di Kementerian Perhubungan yang melibatkan Sudewo.

Lemahnya Fungsi APIP
ICW juga menyoroti tumpulnya peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Seharusnya, APIP mampu mendeteksi sejak dini adanya persyaratan tender yang diskriminatif.

“Jika APIP bekerja optimal sejak tahap perencanaan, banyak praktik pengondisian pemenang tender sebenarnya bisa dicegah,” tambahnya.

Selain pengadaan, kewenangan besar kepala daerah sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sesuai UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN juga menjadi celah korupsi. “Proses seleksi yang berujung pada keputusan tunggal kepala daerah sangat rawan dijadikan alat transaksi jabatan,” kata Seira.

Terkait kasus di Pati, meski kepala daerah tidak terlibat langsung dalam teknis perangkat desa, relasi hierarkis antara camat dan bupati tetap membuka ruang tekanan. “Dalam struktur birokrasi daerah, tekanan dari kepala daerah sangat mungkin terjadi meski tidak tertulis,” ujarnya.

Mahar Politik
Persoalan di hulu, yakni tata kelola partai politik, dianggap menjadi pemicu utama. ICW menilai parpol saat ini lebih mementingkan kemenangan elektoral ketimbang integritas kandidat. Biaya politik yang mencapai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar untuk tingkat provinsi memaksa kepala daerah melakukan "balik modal" melalui jalan pintas.

“Partai lebih fokus pada kemenangan elektoral dan mengamankan kekuasaan, bukan pada kualitas, kapasitas, dan integritas kandidat yang diusung,” cetus Seira. Ia menambahkan, “Tekanan untuk mengembalikan biaya politik dan memenuhi kebutuhan partai sering kali berujung pada praktik korupsi.”

Sebagai langkah perbaikan, ICW mendesak adanya independensi total bagi pengawas internal daerah (APIP) dan reformasi menyeluruh dalam sistem rekrutmen partai politik. “Tanpa pembenahan dari hulu ke hilir, kasus korupsi kepala daerah hanya akan terus berulang,” pungkasnya.

Hingga awal 2026, daftar hitam kepala daerah terus bertambah. Tercatat delapan kepala dan wakil kepala daerah telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam satu tahun terakhir, dengan mayoritas terjaring melalui operasi senyap KPK. (Dev/P-2)

Read Entire Article