Menyusuri Glodok yang Memerah Jelang Imlek: Lampion, Angpao, hingga Kue Bulan

12 hours ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Suasana Petak Sembilan di Kawasan Pasar Glodok, Jakarta Barat, jelang Imlek pada Sabtu (14/2/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Kawasan Petak Sembilan Glodok, Jakarta Barat, tampak memerah jelang Tahun Baru Imlek. Nuansa itu mendominasi semua sudut. Ada lampion yang bergantungan, hingga amplop angpao yang berjejer di etalase kios-kios dagangan khas Imlek.

Su Khin (59), salah satu pedagang di kawasan tersebut, mengaku menyediakan berbagai kebutuhan dekorasi untuk memeriahkan suasana rumah.

"Tempelan, gantungan, lampion, kembang, banyak sih ya," ujar Su Khin saat ditemui di lapaknya pada Sabtu (14/2).

Su Khin mengatakan pembeli yang mayoritas adalah warga keturunan Tionghoa ini paling banyak mencari tempelan dinding untuk riasan. Selain itu, amplop untuk angpao juga diburu.

"Biasanya yang paling utama mereka tempelan, angpao," tambahnya.

Harganya pun bervariasi dan cukup terjangkau, mulai dari kisaran Rp 5 ribu untuk pernak-pernik kecil. Sementara untuk lampion, harga ditentukan oleh besarnya barang.

Salah satu pemilik toko pernak-pernik Imlek, Su Khin (59), di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, saat ditemui pada Sabtu (14/2/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

"Kalo lampion tergantung ukuran, paling murahnya aja itu Rp 500 ribu," kata dia.

Glodok sebagai pusat perbelanjaan Imlek menarik minat pengunjung dari berbagai kota penyangga hingga luar provinsi. Ia mengatakan, pembelinya selain dari Jakarta, juga ada dari luar daerah.

"Ada dari daerah juga, Tangerang, Bogor, Bekasi, sampai dari Surabaya juga ada," tuturnya.

Meski suasana terlihat meriah, Su Khin merasakan adanya perbedaan gairah belanja dibandingkan tahun lalu. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini pengunjung terasa lebih sepi dan omzetnya menurun 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Kalo tahun sekarang kurang ramai," ungkapnya.

"Justru ini sudah tinggal momen 3 hari ya, besok Minggu, Senin, tinggal 2 hari," imbuhnya.

Suasana di toko kopi Djauw Coffee, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, pada Sabtu (14/2/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Menyusuri jalanan di kawasan Pasar Petak Sembilan hari itu tampak padat oleh pembeli hiasan Imlek ditambah dengan cuaca yang cukup terik membuat haus tenggorokan.

Sambil mencari pernak-pernik Imlek, di Petak Sembilan juga ada kedai kopi legendaris yang sudah berdiri sejak 1943, namanya Djauw Coffee. Salah satu menu andalannya adalah Kopi Pantjoran yakni kopi hitam yang ditambah dengan gula aren dan kayu manis membuat aroma khas menyegarkan.

Tak jauh dari Petak Sembilan, ada juga pertokoan pernak-pernik Imlek yakni di Petak Enam. Di lokasi itu, kuliner khas Tionghoa lebih mendominasi.

Beragam pernak-pernik Imlek seperti amplop angpao hingga kue keranjang yang dijual di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, jelang tahun baru Imlek pada Sabtu (14/2/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Salah satu yang turut diburu dalam perayaan Imlek adalah berbagai macam kue yang juga digunakan untuk sembahyang.

Meysi, seorang pemilik toko kue yang sudah lama berjualan di Glodok, menawarkan sajian khas yang wajib ada di meja sembahyang.

"Keranjangan, kue ku, dodol," sebut Meysi merinci dagangannya.

Kue keranjang atau nian gao menjadi primadona. Meysi membanderol kue khas ini dengan harga Rp 40 ribu untuk satu kotak isi dua. Ia juga menyediakan varian khusus untuk ritual keagamaan. "Yang buat imlek ada itu yang buat sembahyang pake bungkus merah," jelasnya.

Beragam pernak-pernik Imlek seperti amplop angpao hingga kue keranjang yang dijual di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, jelang tahun baru Imlek pada Sabtu (14/2/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Penjualan kue menurutnya lebih baik dibanding penjualan hiasan Imlek. Meysi mengaku masih merasakan keuntungan di momen Imlek kali ini.

"Ya naik-naik lah lumayan," ujarnya.

Bagi masyarakat Tionghoa, kue-kue ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol pengharapan. Meysi menjelaskan bahwa setiap kue memiliki filosofi tersendiri bagi yang mengonsumsinya.

"Macem-macem ya, ada yang buat kenaikan rezeki, panjang umur," jelas dia.

Read Entire Article