Longsor di Cisarua Diduga Imbas Kerusakan Ekologis di Kawasan Bandung Utara

2 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Longsor di Cisarua Diduga Imbas Kerusakan Ekologis di Kawasan Bandung Utara Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).(Antara)

BENCANA longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, merupakan konsekuensi dari kejahatan tata ruang dan pembiaran kerusakan ekologis di Kawasan Bandung Utara (KBU). Hal itu ditegaskan oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat.

"Tragedi ini kembali membuktikan bahwa kebijakan pembangunan yang mengorbankan ruang terbuka hijau telah menjelma menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua selama dua hari, sering dijadikan alasan utama terjadinya longsor," ungkap Tim Desk Disaster Walhi Jabar, Abi dalam keterangannya, Minggu (25/1).

Namun kata Abi, narasi tersebut adalah satu kesalahan berpikir yang sangat fatal, karena pada faktanya hujan hanyalah salah satu pemicu, sementara penyebab sesungguhnya adalah rusaknya daya dukung lingkungan akibat alih fungsi lahan dan penyusutan ruang terbuka hijau yang dibiarkan berlangsung secara sistematis. Lereng-lereng perbukitan yang seharusnya menjadi kawasan lindung, kini dipenuhi bangunan, mematikan fungsi resapan air dan membuat tanah kehilangan kestabilannya.

Longsor ini adalah salah satu potret telanjang kerusakan ekologis di Bandung Utara. Longsor Cisarua memperlihatkan kehancuran ruang terbuka hijau dan kawasan resapan air di Bandung Utara yang selama ini dibiarkan. Ketika fungsi ekologis dihancurkan, bencana bukan lagi kemungkinan, tetapi keniscayaan,” paparnya.

Menurut Abi, kawasan Bandung Utara sejatinya merupakan wilayah lindung strategis yang berfungsi menjaga keseimbangan ekologis Bandung Raya. Namun fungsi tersebut telah dikorbankan demi kepentingan pembangunan yang eksploitatif. “Negara gagal menjalankan mandat perlindungan lingkungan, sementara warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan dipaksa menanggung risiko yang tidak mereka ciptakan,” tandasnya.

Abi menyebutkan kondisi ini semakin parah akibat ketidakseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar  dalam mengendalikan dan melindungi KBU. Pembahasan dan penguatan kebijakan pengendalian KBU terus berlarut-larut tanpa kepastian, sementara pelanggaran tata ruang berlangsung terang-terangan di lapangan. Mandeknya kebijakan ini bukan sekadar soal kelambanan administratif, melainkan bentuk pembiaran yang berujung pada hilangnya nyawa dan ruang hidup warga. 

"Walhi juga menilai pemerintah daerah telah gagal menjalankan tanggung jawabnya. Ketika pemerintah terus menunda penguatan regulasi dan membiarkan alih fungsi lahan terjadi, maka setiap longsor dan bencana di Bandung Utara harus dibaca sebagai akibat langsung dari kelalaian dan kegagalan negara," sambungnya.

Dalam situasi ini, Walhi lanjut Abi,  mendesak Pemprov Jabar untuk menghentikan praktik pembiaran dengan segera menyelesaikan dan memperkuat kebijakan pengendalian KBU, menghentikan izin pembangunan di kawasan lindung dan wilayah rawan longsor, serta melakukan pemulihan ruang terbuka hijau dan kawasan resapan air secara sungguh-sungguh. Ia juga menegaskan penanganan korban tidak boleh berhenti pada respons darurat, tetapi harus menjamin hak warga atas rasa aman, pemulihan yang layak, dan lingkungan hidup yang tidak lagi mengancam nyawa.

“Longsor di Cisarua adalah peringatan keras bagi Pemprov Jabar sekaligus dakwaan atas arah pembangunan di Bandung Utara. Selama kerusakan ekologis terus dinormalisasi dan pemerintah daerah tidak mengambil langkah tegas, bencana akan terus berulang dan korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,” terangnya.

Sementara itu berdasarkan hasil  asessment hingga pukul 12.30 WIB , diperkirakan total terdampak 113 jiwa (34 KK), dengan lokasi terdampak utama yakni di Kampung Pasirkuning Rt 01/11 dengan rincian korban selamat 23 orang, 8 orang meninggal dunia dan 82 orang masih dalam pencarian.

Data bersifat sementara dan masih terus dilaksanakan verifikasi lapangan oleh tim SAR Gabungan. Saat ini tim SAR Gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun dengan observasi visual, penggalian manual, penyemprotan tanah menggunakan alkon dan juga pemantauan menggunakan drone UAV. (AN/E-4)

Read Entire Article