Kesejahteraan Menyeluruh untuk Guru

2 days ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Kesejahteraan Menyeluruh untuk Guru (Dok. Pribadi)

GURU bertanggung jawab untuk membangun jiwa dan raga para peserta didik yang dididiknya. Tugas tersebut merupakan tugas mulia dan sungguh berat. Tuntutan demi tuntutan ditujukan kepada guru, tetapi yang sering luput ialah bagaimana kesejahteraan guru, baik secara finansial maupun secara mental.

Laporan Bank Dunia (2020) menyarankan agar guru diberi gaji yang kompetitif disertai insentif dan didukung untuk meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Sementara itu, studi dari Saleh, Kurniawati, dan Salim (2023) bertajuk Dataset on Teacher Well-being and Student-Teacher Relationships in Indonesian Schools

 memberi rekomendasi agar pemerintah fokus pada kebijakan yang berupaya memperbaiki kondisi kerja, mengurangi burnout, atau menawarkan insentif finansial guna mempertahankan tenaga pendidik.

Studi dari Ozturk, Wigelsworth, & Squires (2024), misalnya, memaparkan tentang terdapat krisis yang meningkat terkait kesejahteraan guru yang ditunjukkan dengan meningkatnya stres kerja, kecemasan atau depresi. Dari riset tersebut juga disampaikan adanya peningkatan eksodus guru dari dunia kerja karena problem-problem yang menimpa mereka. Ketika ada peluang terbuka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, tentu tidak perlu job hugging mempertahankan profesi guru.

Studi Campbell (2025) di Hong Kong menemukan situasi di mana kebijakan pemerintah lebih memprioritaskan hasil belajar siswa, tetapi mengabaikan kesejahteraan pendidik. Dalam konteks Indonesia, kita sering mendengar guru disalahkan ketika hasil pembelajaran kurang baik, atau ketika karakter anak dianggap tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pernyataan-pernyataan tersebut bahkan sering kali disampaikan oleh para pembuat kebijakan pendidikan di Indonesia.

Laporan dan riset tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan finansial dan mental merupakan hal penting untuk menjaga guru tetap bugar dalam mendidik anak-anak bangsa. Namun, ternyata secara aktual, untuk membuat guru-guru mendapatkan kesejahteraan menyeluruh belum dapat dioptimalkan secara memadai. Cerita-cerita tentang tangisan guru-guru yang belum sejahtera selalu kita dengar. Tangisan yang cenderung menguap entah ke mana.

TUGAS DAN BEBAN GURU

Guru memang memiliki banyak tugas dan beban, baik secara profesional maupun moral. Hal tersebut tentu selalu disematkan kepada guru ataupun profesi lainnya. Khususnya pada guru, tagihan untuk memberikan yang terbaik selalu disampaikan oleh masyarakat atau pemerintah. Beban tinggi tapi kesejahteraan finansial dan mental tidak diberikan dengan memadai, tentu hal tersebut merupakan kezaliman dan ketidakadilan.

Di dunia profesional yang serba-pragmatis, ketika seseorang dituntut menghasilkan output yang tinggi, maka secara finansial dan penghormatan mereka mendapatkan yang terbaik. Semakin besar risiko dalam melakukan pekerjaan, maka semakin besar penghasilan yang diraih. Itu kira-kira yang selalu digaungkan di dunia kerja.

Namun, ketika berhadapan dengan kesejahteraan guru, mereka yang memiliki risiko besar dalam mendidik anak-anak bangsa, kita seolah lupa betapa besar tugas mulia mereka. Risiko tidak memperhatikan guru dan pendidikan seperti menjemput kegagalan masa depan Indonesia lebih awal. Kondisi tersebut terjadi karena anak-anak tidak mendapatkan penanganan yang memadai di ruang pendidikan, karena perhatian terhadap guru-guru yang menemani anak juga tidak optimal.

Bayangkan saja jika guru-guru yang hadir di sekolah sudah dalam posisi compang-camping dan selalu sendu karena mereka harus berhadapan dengan kesulitan-kesulitan hidup. Meski, saya juga menyaksikan betapa banyak guru dengan segala macam problematika hidup tetap tegar ketika mendidik anak-anak bangsa. Para guru jenis ini tetap memberikan kekuatan terbaik dalam mendampingi anak. Juga memberikan hatinya sepenuh hati agar perjalanan pendidikan anak-anak yang mereka didik sesuai dengan jalan yang lurus menuju masa depan cemerlang.

Dalam konteks Indonesia, ragam kebijakan diupayakan untuk menyejahterakan guru, tetapi memang hingga saat ini pemenuhannya belum optimal diberikan. Meski janji demi janji diajukan oleh para pemimpin negeri agar guru tidak kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, memang bukan hal mudah untuk merealisasikan hal tersebut.

Itu baru dari satu titik, kesejahteraan secara finansial, belum lagi perhatian pada titik yang lain terkait dengan kesejahteraan mental. Riset dari Saleh, Kurniawati, dan Salim (2023), misalnya, memberikan tiga rekomendasi penting yang harus dipehatikan pembuat kebijakan.

Pertama, membantu guru untuk memperkenalkan program kesehatan mental secara terstuktur mulai dari program manajemen stres, konseling di tempat kerja, dan penguranan beban administrasi. Kedua, membuat program pengembangan profesional yang berfokus pada upaya membangun relasi guru dan siswa secara kuat. Program tersebut dapat berfokus pada membangun empati, manajemen kelas, serta keterampilan komunikasi guru dan siswa untuk membangun relasi yang kuat. Dan, ketiga, yang menurut saya menjadi sentral, meningkatkan strategi retensi guru dengan memperbaiki kondisi kerja guru, mengurangi tekanan mental di ruang kerja, dan menawarkan insentif finansial khusus.

Menurut saya, tiga rekomendasi penting itu harus dicatat tebal-tebal di benak para pembuat kebijakan di negeri ini. Sebab, anak-anak membutuhkan perhatian dari guru-guru yang kesejahteraan finansial dan mentalnya terjamin dengan baik.

Tentu menyedihkan ketika kita membaca temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memaparkan bahwa guru termasuk yang terjerat pinjaman online illegal. Kondisi tersebut tentu tak semata terkait dengan kredibilitas personal, tetapi jika kita kaitkan dengan kondisi sebagian besar guru yang tidak sejahtera, itu merupakan isu publik yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Tidak hanya berupaya meningkatkan literasi finansial, lebih penting pula memberi kesejahteraan kepada guru secara merata.

Kesejahteraan finansial dan mental secara menyeluruh merupakan hak setiap profesi termasuk guru. Apalagi khusus untuk guru yang diberi tuntutan besar mendidik anak bangsa, jangan sampai mereka selalu mendapat berita buruk tentang janji-janji yang sudah disampaikan.

Jika guru tak mendapatkan hak memadai seperti upah minimum, jaminan sosial, kesehatan mental, dan peningkatan kapabilitas, maka mimpi Indonesia unggul hanya imaji yang tak bisa kita raih. Jika pemerintah dapat menyejahterakan guru lahir dan batin, niscaya terang pendidikan akan segera diraih.

Read Entire Article