Guru Swasta di Perbatasan RI-Timor Leste Digaji Rp300 Ribu, tak Punya Kesempatan Seleksi PPPK

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Guru Swasta di Perbatasan RI-Timor Leste Digaji Rp300 Ribu, tak Punya Kesempatan Seleksi PPPK Para guru swasta di perbatasan RI-Timor Leste(Dok Yustuns Nai Kau)

PEMERINTAH dinilai mengapresiasi peran guru pada peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2025.

Namun di balik seremoni dan slogan penghormatan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa, kehidupan sebagian guru justru berkisah sebaliknya, terutama bagi mereka yang bertugas di garis terdepan perbatasan, seperti di Perbatasan RI-Timor Leste..

Di SMP Karya Mandiri, sebuah sekolah swasta di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, nasib guru swasta jauh dari layak. Mereka yang sudah bertahun-tahun mengabdi hanya menerima gaji Rp300.000 setiap tiga bulan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS), dan ironisnya, tak memiliki akses untuk mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Yustus Nai Kau, S.Pd., Gr., adalah salah satu wajah nyata dari ironi tersebut. Dia di sekolah tersebut sejak 2017, dan bertahan dengan pendapatan minim dan kesempatan karier yang terbatas. 

Penghasilannya sebagai guru swasta hanya Rp300.000 per tiga bulan, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Meskipun sangat kecil, kami tetap bersyukur ada insentif dari pusat. Tujuh bulan terima sekali terima sekitar Rp 2 jta lebih. Itu sangat membantu,” katanya, Kamis (27/11). 

Ia juga menerima bayaran sebesar Rp250 ribu dari yayasan per semester, tetapi tetap belum mampu menjamin stabilitas ekonomi. "Kalau dana dari yayasan tidak menentu, tergantung jumlah siswa yang bayar komite," ujarnya. 

Kesulitan Yustus dan guru swasta lainnya tidak berhenti di situ. Kebijakan rekrutmen PPPK 2024 memprioritaskan guru honorer negeri, sehingga guru swasta praktis tidak bisa mendaftar kecuali masuk kategori prioritas, sesuatu yang hampir tidak mungkin bagi sebagian besar dari mereka. Padahal beban kerja mereka sama: mengajar, membina, dan menjalankan tugas administratif.

“Kami belum pernah ikut tes PPPK karena status swasta. Jadi kami hanya berharap pada penghasilan yang ada. Semoga pemerintah memberi kesempatan kepada guru swasta untuk ikut PPPK,” tambah Maria Anna Seran, SE., Gr., guru IPS Terpadu yang juga baru lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Di sekolah yang sama, delapan guru swasta sudah dinyatakan lulus PPG. Mereka berharap peningkatan kompetensi ini bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga membuka pintu menuju masa depan yang lebih layak.

Meski terjepit kondisi ekonomi dan kebijakan yang tidak berpihak, Yustus dan rekan-rekannya memilih tetap mengajar. “Mengajar bukan sekadar pekerjaan. Ini panggilan jiwa. Anak-anak di perbatasan membutuhkan pendidik yang setia,” ujarnya.

Kisah para guru ini menjadi pengingat semboyan “Guru Hebat, Indonesia Kuat” hanyalah seruan kosong jika kesejahteraan guru swasta, terutama yang bertugas di daerah terluar terus diabaikan. 

Menurutnya, para guru di wilayah perbatasan negara membutuhkan perhatian negara, bukan sekadar ucapan selamat hari huru, tetapi kebijakan yang memberi keadilan dan kesempatan hidup yang layak. (H-2)

Read Entire Article