Dua Pekan Krisis Greenland, NATO Redakan Ketegangan Trump

2 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Dua Pekan Krisis Greenland, NATO Redakan Ketegangan Trump Peta wilayah Greenland yang ingin direbut AS dari Denmark.(Dok. Google Maps)

SETELAH dua pekan ketegangan diplomatik yang dipicu retorika keras Presiden AS Donald Trump soal Greenland, situasi mulai mereda menyusul peran NATO yang mendorong dialog dan membuka jalan menuju kompromi keamanan di kawasan Arktik.

Pasca keberhasilan operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada awal bulan ini, Presiden Donald Trump tampak semakin percaya diri dan mulai meningkatkan retorika agresif terkait Greenland. 

Hampir setiap hari, publik internasional disuguhi pernyataan kontroversial, mulai dari klaim kepemilikan wilayah, ancaman penggunaan kekuatan militer, hingga rencana penerapan tarif terhadap sekutu tradisional Amerika di Eropa.

Namun, rangkaian ketegangan tersebut kini tampaknya mereda secara tiba-tiba.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap Trump, disebut berhasil membujuk Presiden AS untuk menurunkan eskalasi sikap yang berpotensi membahayakan stabilitas aliansi. Upaya tersebut diduga menjadi titik balik setelah krisis diplomatik yang mengancam kohesi NATO.

Fondasi pendekatan baru ini kemungkinan telah dibangun sejak pekan lalu, ketika menteri luar negeri Denmark dan Greenland melakukan kunjungan ke Washington. 

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan pembentukan sebuah kelompok kerja yang akan membahas masa depan Greenland secara lebih terstruktur.

Langkah Rutte dinilai krusial dalam meredakan situasi yang nyaris memicu perpecahan serius di tubuh Aliansi Atlantik Utara. 

Meski detail kesepakatan belum diumumkan, banyak pihak mempertanyakan mengapa diperlukan krisis intens selama dua minggu untuk mencapai tahap dialog seperti ini.

Selama ini, Denmark secara terbuka menyatakan kesiapannya menerima peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Greenland. 

Apabila NATO kini benar-benar berkomitmen memperkuat kehadiran militernya di wilayah tersebut, hal itu diperkirakan dapat meyakinkan Trump bahwa aliansi tersebut akhirnya memberikan perhatian yang ia anggap layak terhadap posisi strategis Greenland.

Laporan New York Times, Kamis (22/1) mengutip sejumlah pejabat anonim, menyebutkan bahwa salah satu opsi yang tengah dibahas adalah kemungkinan Denmark menyerahkan kedaulatan atas sebagian kecil wilayah Greenland untuk pembangunan pangkalan militer AS. 

Skema ini disebut menyerupai pengaturan di Siprus, di mana Inggris mempertahankan pangkalan militer berdaulat.

Trump sendiri menyatakan bahwa setiap kesepakatan yang tercapai akan mencakup akses Amerika Serikat terhadap sumber daya mineral Greenland.

Hingga kini, baik Denmark maupun NATO belum mengonfirmasi laporan tersebut maupun spekulasi lain yang berkembang. 

Dalam pernyataan resminya, NATO menegaskan bahwa diskusi akan berfokus pada memastikan keamanan Arktik melalui upaya kolektif, terutama tujuh Sekutu Arktik yakni Amerika Serikat, Kanada, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia. 

Tujuan utama kerja sama ini adalah mencegah Rusia dan Tiongkok memperoleh pijakan, baik secara ekonomi maupun militer, di Greenland.

Rincian kesepakatan diperkirakan akan segera terungkap. Namun demikian, fakta bahwa Trump memicu ketegangan besar selama dua minggu, disertai rasa krisis eksistensial di dalam NATO, untuk kemudian berujung pada pendekatan kompromi, dipandang sebagai peristiwa yang tidak mudah dilupakan.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut situasi tersebut sebagai sebuah keretakan, seraya menyatakan bahwa tatanan lama hubungan transatlantik tidak akan kembali.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menilai dinamika ini sebagai tanda perubahan besar dan kembali menyerukan perlunya kemandirian Eropa yang lebih kuat.

Dengan latar belakang tersebut, para pengamat menilai kecil kemungkinan hubungan internasional akan kembali ke kondisi normal dalam waktu dekat. (H-3)

Read Entire Article