Dicekik Tarif AS, Surplus Dagang Tiongkok Tembus US$1 Triliun

1 month ago 23
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Dicekik Tarif AS, Surplus Dagang Tiongkok Tembus US$1 Triliun Pelabuhan di Tiongkok.(Al Jazeera)

SURPLUS perdagangan barang Tiongkok tahun ini mencapai US$1 triliun untuk pertama kali. Ini menjadi tonggak sejarah dominasi yang diraih negara tersebut dalam segala hal, mulai dari kendaraan listrik kelas atas hingga kaos kelas bawah.

Selama 11 bulan pertama tahun ini, ekspor Tiongkok meningkat 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$3,4 triliun. Impor negara tersebut turun 0,6% selama periode yang sama menjadi US$2,3 triliun. Hal ini menjadikan surplus perdagangan Tiongkok tahun ini mencapai US$1,08 triliun. Ini diungkapkan Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, Senin (8/12).

Angka luar biasa tersebut, yang belum pernah tercatat dalam sejarah ekonomi, merupakan puncak dari kebijakan industri dan ketekunan manusia selama puluhan tahun. Ini membantu Tiongkok bangkit dari ekonomi agraris yang buruk di akhir 1970-an menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.

Tiongkok memantapkan dirinya sebagai produsen wig, sepatu kets, dan lampu Natal murah pada 1980-an dan 1990-an, sehingga dijuluki sebagai pusat pabrik dunia. Namun, itu baru permulaan. 

Bertahun-tahun setelahnya, Tiongkok secara agresif membangun fondasi ini, menapaki tangga menuju barang-barang bernilai tinggi. Ini menjadikan dirinya roda penggerak penting dalam rantai pasokan global yang mencakup teknologi, transportasi, obat-obatan, dan barang konsumsi.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan terdepannya memantapkan diri sebagai pemain dominan dalam panel surya, kendaraan listrik, dan semikonduktor yang menggerakkan peralatan rumah tangga sehari-hari.

Kekuatan industri Tiongkok telah lama diketahui oleh mitra dagangnya dan menjadi titik sentral pertikaian dalam hubungannya dengan dunia. Tahun lalu, surplus perdagangannya mencapai rekor US$993 miliar. Namun, melampaui tonggak sejarah US$1 triliun semakin memperjelas dominasi ekspor Tiongkok dan kemungkinan akan menarik lebih banyak perhatian pada ketidakseimbangan yang semakin besar.

"Begitu besarnya sehingga jelas bukan hanya Amerika Serikat atau Eropa, tetapi seluruh dunia yang harus mendanai kesenjangan tersebut," kata Jens Eskelund, presiden Kamar Dagang Uni Eropa di Tiongkok.

Ekspor Tiongkok secara keseluruhan terus melonjak meskipun tarif dari AS, ekonomi terbesar di dunia, meningkat. Sekembalinya ke kantor pada Januari, Presiden Trump langsung menaikkan tarif impor Tiongkok, bahkan sempat menaikkannya hingga lebih dari 100%.

Meskipun AS kemudian menurunkan tarif, angkanya tetap tinggi. Tarif rata-rata untuk impor Tiongkok saat ini sekitar 37%, menurut Pusat Kebijakan Pajak Urban-Brookings yang berbasis di Washington.

Alih-alih menghambat ekspor, Tiongkok justru mengalihkan pengirimannya ke negara tujuan lain. Sepanjang tahun ini, ekspor Tiongkok ke Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin masing-masing melonjak sebesar 26%, 14%, dan 7,1%.

Ekspor Tiongkok ke AS pada November anjlok 29% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun Beijing mencatat peningkatan ekspor sebesar 5,9% secara keseluruhan ke dunia. Peningkatan tersebut sebagian besar disebabkan oleh lonjakan pengiriman Tiongkok ke Uni Eropa sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor ke Asia Tenggara naik 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Peran pengalihan rute perdagangan dalam mengimbangi hambatan tarif AS tampaknya masih meningkat," tulis Zichun Huang, ekonom di Capital Economics.

Meskipun terdapat tantangan geopolitik yang semakin besar dan upaya AS serta negara-negara ekonomi lain untuk melakukan diversifikasi dari Tiongkok, hanya sedikit ekonom yang memperkirakan momentum perdagangan Tiongkok akan melambat secara signifikan dalam beberapa bulan dan tahun mendatang.

Ekonom di Morgan Stanley, misalnya, memperkirakan pangsa Tiongkok dalam ekspor barang global akan mencapai 16,5% pada akhir dekade ini dari sekitar 15% saat ini. Hal ini akan didorong oleh keunggulan negara tersebut dalam manufaktur canggih. 

Para ekonom Morgan Stanley dalam catatan pada Minggu kepada kliennya menggambarkannya sebagai kemampuan Tiongkok untuk mengantisipasi pergeseran tren permintaan global dan kesediaannya untuk memobilisasi sumber daya guna membangun kapasitas.

Perkembangan itu menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia, terutama Eropa. Kawasan itu menyaksikan kekuatannya yang telah lama terkikis di sektor otomotif, teknologi, dan bahkan barang mewah akibat munculnya pesaing Tiongkok yang gesit.

Pada Minggu, Presiden Prancis Emanuel Macron, yang baru saja kembali ke tanah air setelah pertemuan puncak tiga hari yang akrab dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping di Beijing dan Chengdu, memperingatkan bahwa benua itu dapat dipaksa untuk bertindak jika Beijing tidak mengambil langkah-langkah untuk mengekang keunggulannya.

"Saya memberi tahu mereka bahwa jika mereka tidak bereaksi, kami, orang Eropa, akan dipaksa, dalam waktu dekat, untuk mengambil langkah-langkah tegas dan menarik diri dari kerja sama, seperti Amerika Serikat, seperti mengenakan tarif pada produk-produk Tiongkok," kata Macron dalam sebuah wawancara dengan harian Prancis Les Echos.

"Tiongkok sedang menyerang jantung model industri dan inovasi Eropa," katanya. Para pejabat Prancis khususnya kesal dengan yuan Tiongkok yang melemah sekitar 10% terhadap euro tahun ini.

Bukan hanya Prancis, kata Eskelund dari Kamar Dagang Eropa, yang merujuk pada serangkaian keluhan dan tindakan perdagangan bilateral terhadap Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir, termasuk tidak hanya dari AS dan sekutu Baratnya, tetapi juga dari negara-negara di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

"Saya tidak ragu bahwa kita akan melihat lebih banyak, bukan lebih sedikit, dalam hal semua inisiatif pertahanan perdagangan ini di seluruh dunia," katanya.

Eskelund mengatakan bahwa ketidakseimbangan perdagangan Tiongkok dengan dunia bahkan lebih parah daripada yang ditunjukkan angka US$1 triliun, mengingat relatif lemahnya yuan Tiongkok.

Jika dihitung berdasarkan nilai, Tiongkok menyumbang sekitar 15% dari ekspor barang global. Namun, secara volume, Eskelund memperkirakan bahwa setiap kontainer pengiriman yang dikirim dari Eropa ke Tiongkok kalah jumlah dibandingkan empat kontainer yang dikirim ke arah sebaliknya. 

Secara volume, ia memperkirakan bahwa Tiongkok menyumbang sekitar 37% dari semua barang yang diekspor dalam kontainer pengiriman.

"Kekhawatiran semakin meningkat," ujarnya. Ia memperingatkan bahwa, dalam waktu dekat, kita mungkin akan mencapai titik situasi akan memburuk. (Wall Street Journal/I-2)

Read Entire Article