Cek Fakta Pidato Donald Trump di Davos: Sorotan atas Klaim Greenland, NATO, dan Energi

2 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Sorotan atas Klaim Greenland, NATO, dan Energi PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump.(Dok. US Embassy Vietnam)

PIDATO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum atau WEF) di Davos, Swiss, memicu gelombang diskusi global. Dalam orasi yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut, Trump melontarkan serangkaian klaim berani terkait kedaulatan wilayah Greenland, aliansi militer, hingga pencapaian ekonomi. Namun, sejumlah lembaga pemeriksa fakta, menemukan ketidaksesuaian signifikan antara pernyataan tersebut dengan data lapangan.

1. Klaim Pengembalian Greenland ke Denmark

Donald Trump kembali menegaskan ambisinya untuk mengambil alih Greenland, wilayah semi-otonom di bawah kedaulatan Denmark. Ia mengeklaim bahwa Amerika Serikat pernah "mengembalikan" Greenland kepada Denmark setelah Perang Dunia Kedua dan menyebut langkah tersebut sebagai sebuah kesalahan.

Faktanya: Klaim ini tidak akurat secara historis. Berdasarkan keputusan pengadilan internasional tahun 1933, Greenland telah ditetapkan sebagai bagian dari Denmark. Meski pada 1941 AS menandatangani perjanjian untuk melindungi Greenland dari Nazi dan membangun pangkalan militer di sana, perjanjian tersebut tidak pernah mencakup pengalihan kedaulatan. Amerika Serikat tidak pernah memiliki Greenland, sehingga tidak ada proses "pengembalian" kedaulatan.

2. Kontribusi Biaya Pertahanan NATO

Trump mengkritik tajam NATO dengan mengeklaim bahwa Amerika Serikat menanggung hampir 100% biaya aliansi tersebut. Ia juga menyebut negara anggota lain kini membayar 5% dari PDB mereka.

Faktanya: Data menunjukkan bahwa pengeluaran pertahanan AS memang yang terbesar, namun angkanya berkisar di 65% pada 2024 dan diproyeksikan turun ke 62% pada 2025. Terkait angka 5%, itu merupakan target jangka panjang untuk tahun 2035. Saat ini, belum ada satu pun anggota NATO yang mencapai angka tersebut; bahkan Polandia sebagai kontributor rasio tertinggi masih berada di bawah 4,5%.

3. Manfaat NATO bagi Amerika Serikat

Dalam narasinya, Trump menyebut AS tidak pernah mendapatkan imbalan apa pun dari NATO. Namun, sejarah mencatat hal yang berbeda melalui Pasal 5 Perjanjian NATO tentang pertahanan kolektif.

Faktanya: Pasal 5 justru pertama kali (dan satu-satunya) diaktifkan untuk membantu Amerika Serikat setelah serangan teroris 11 September 2001. Negara-negara anggota NATO, termasuk Denmark dan Inggris, mengirimkan pasukan ke Afghanistan untuk mendukung operasi militer pimpinan AS, dengan risiko korban jiwa yang besar.

4. Klaim Energi Angin di Tiongkok

Sebagai kritikus energi terbarukan, Trump menuding Tiongkok tidak memiliki ladang angin meskipun memproduksi turbin secara masif.

Faktanya: Tiongkok adalah pemimpin dunia dalam energi angin. Ladang Angin Gansu di Tiongkok merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan dapat terlihat dari satelit. Pada 2024, produksi energi angin Tiongkok mencapai 997 terawatt-jam, lebih dari dua kali lipat produksi Amerika Serikat.

5. Pajak Minyak Laut Utara Inggris

Trump menyebut Inggris mengambil 92% pendapatan dari minyak Laut Utara, yang dianggapnya mempersulit perusahaan energi.

Faktanya: Angka 92% tersebut keliru. Total beban pajak maksimal bagi perusahaan minyak di Inggris (termasuk pajak keuntungan tak terduga) adalah 78%. Selain itu, pajak ini dikenakan atas keuntungan (profit), bukan atas pendapatan (revenue) sebagaimana diklaim oleh Trump.

6. Rekor Investasi US$18 Triliun

Terakhir, Trump mengeklaim telah mengamankan komitmen investasi senilai US$18 triliun untuk Amerika Serikat.

Faktanya: Belum ada bukti publik yang mendukung angka tersebut. Data resmi Gedung Putih per November menunjukkan total komitmen investasi baru di angka US$9,6 triliun. Para ahli statistik menunjukkan bahwa banyak dari angka tersebut masih berupa janji yang realisasinya terancam oleh ketegangan diplomatik, termasuk penangguhan ratifikasi kesepakatan dagang oleh Parlemen Eropa akibat isu Greenland.

Rentetan ketidakakuratan ini menimbulkan tantangan bagi diplomasi Amerika Serikat di panggung internasional, di mana data dan fakta menjadi fondasi utama dalam kerja sama antarnegara. (BBC/H-3)

PENAFIAN

Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) berdasarkan hasil kerja reporter. Seluruh isi telah melalui proses penyuntingan, verifikasi fakta, dan penilaian editorial oleh redaksi.

Read Entire Article