Tingkat Literasi Keuangan Pelajar 15-17 Tahun masih Tertinggal

12 hours ago 16
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Tingkat Literasi Keuangan Pelajar 15-17 Tahun masih Tertinggal Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Naomi Triyuliyani.(MI/Muhammad Ghifari A)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar usia 15-17 tahun, yang masih berada di bawah angka nasional. Berdasarkan data terbaru, Kepala Divisi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Naomi Triyuliyani, menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan pelajar 15-17 tahun hanya tercatat 51,68%, jauh di bawah angka nasional yang mencapai 66,46%.

“Kalau di-breakdown lagi, indeks literasi pelajar umur 15-17 tahun itu lebih rendah daripada indeks nasional,” ungkap Naomi dalam peluncuran Modul Bijak Keuangan, menambahkan bahwa hal ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda.

Naomi juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda terkait ekonomi, seperti kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan. Ia merujuk pada data yang menunjukkan bahwa sekitar 59,4 persen pekerja Indonesia masih berada di sektor informal, dengan minimnya jaminan sosial dan pendapatan yang tidak stabil.

“Artinya sebagian besar tenaga kerja masih berada dalam kondisi rentan,” ujar Naomi.

Dengan kondisi ini, Naomi menegaskan pentingnya penguatan pemahaman tentang pengelolaan keuangan sejak dini.

“Pelajar dan mahasiswa perlu dibekali dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, termasuk hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan.”

Sementara itu, OJK terus memperkuat upaya edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Sepanjang 2025, OJK menyelenggarakan 11.931 program edukasi yang melibatkan 1,8 juta pelajar di seluruh Indonesia. Naomi menekankan bahwa OJK kini mengubah pendekatannya, dari fokus pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi kesejahteraan keuangan atau financial well-being.

“Sekarang paradigmanya sudah bergerak bagaimana kita membangun awareness mengenai kesejahteraan keuangan,” kata Naomi.

Perkuat Literasi Keuangan hingga Papua

Di sisi lain, perusahaan fintech lending, EasyCash, juga berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya di luar Pulau Jawa. Wildan Kusuma, Head of Corporate Affairs EasyCash, menjelaskan bahwa sejak dua tahun terakhir, mereka telah melaksanakan kegiatan edukasi keuangan di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

“Kita sudah punya kegiatan literasi keuangan di luar Jawa terutama. Kita keliling dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Papua juga kita sudah datang,” ujarnya.

Wildan juga menyoroti tantangan dalam pemerataan informasi tentang perbedaan layanan keuangan berizin dan ilegal.

“Kita dapat pertanyaan mendasar di semua kota. Misalkan yang berizin bedanya apa sama yang ilegal. Jadi mungkin pemerataan informasi itu yang perlu dilakukan,” katanya.

Selain kegiatan tatap muka dan daring, EasyCash mengembangkan konten digital seperti media sosial, video, dan podcast untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang lebih luas tentang produk keuangan yang aman dan berizin. Wildan menegaskan pentingnya edukasi sebelum penggunaan produk pinjaman untuk mengurangi kesalahan pengambilan keputusan finansial.

Wildan menambahkan bahwa meskipun tantangan literasi masih ada, EasyCash berhasil mencatatkan TKB90 (tingkat keberhasilan bayar dalam 90 hari) sebesar 100% pada tahun 2025.

"Kalau kita lihat TKB 90, tingkat keberhasilan bayar dalam 90 hari kepada lender atau pemberi dana, kita masih dalam angka 100% di tahun 2025,” ujarnya, mengungkapkan keberhasilan mitigasi risiko yang dilakukan melalui investasi di teknologi berbasis AI dan big data.  (Z-10)

Read Entire Article