Penghapusan Kata Gratis di MBG, Pengamat: Perbaikan Tata Kelola Lebih Penting dari Perubahan Nama

1 month ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Perbaikan Tata Kelola Lebih Penting dari Perubahan Nama Susunan MBG di SPPG.(Dok. Antara)

ANGGOTA Komisi IX DPR RI mengusulkan pemerintah untuk menghapus kata "gratis" dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena memiliki konotasi negatif.

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengatakan, meski penghapusan kata tersebut terlihat sederhana, tetapi wacana ini menyentuh persoalan yang lebih mendasar. Ia menilai penggunaan istilah "gratis" bukan sekadar soal label, melainkan pesan politik.

"Kata 'gratis' ibarat papan nama di depan rumah sakit yang bertuliskan darurat'. Tulisannya sederhana, tetapi maknanya mendesak, yakni ada sesuatu yang harus segera ditangani tanpa syarat," kata Achmad saat dihubungi, Kamis (2/10).

Menurut Achmad, kata "gratis" pada MBG adalah sinyal bahwa negara hadir menanggung beban agar gizi anak bangsa tidak menjadi barang mewah. Namun ia mengingatkan, istilah tersebut juga kerap diasosiasikan dengan kualitas seadanya atau pemberian yang tidak berkelanjutan.

"Ketika orang mendengar kata 'gratis', seringkali yang terbayang adalah sampel, bukan barang unggulan. Pemerintah harus memastikan stigma itu tidak melekat," ujarnya.

MBG sejatinya bukan sekadar bagi-bagi makanan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Data WHO menyebutkan setiap satu dolar yang diinvestasikan pada perbaikan gizi anak akan kembali berkali lipat melalui peningkatan produktivitas ekonomi di masa depan.

Achmad menekankan, bila kata "gratis" tetap dipakai, maka pemerintah harus memperkuat tata kelola, menjaga transparansi anggaran, serta memastikan mutu makanan. Dengan begitu, publik melihat "gratis" bukan sebagai sesuatu yang murahan, tetapi sebagai simbol hak sosial yang bermartabat.

Di sisi lain, perubahan nama menjadi Makan Bergizi Sehat memang terdengar lebih netral dan teknokratis. Namun, risiko politisnya adalah hilangnya pesan sederhana bahwa anak-anak Indonesia dapat makan bergizi tanpa biaya tambahan.

Oleh karena itu, perdebatan soal istilah tidak seharusnya menutupi tujuan utama program. Yang lebih penting adalah memastikan distribusi berjalan adil, kualitas makanan terjaga, dan keberlanjutan anggaran dapat dijamin. Nama hanyalah pintu masuk, sedangkan yang menentukan adalah isi program.

"Bangsa ini tidak akan diingat dari kata apa yang dipilih, melainkan dari komitmen nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing," pungkas Achmad. (H-3)

Read Entire Article