Pengetatan Impor Dinilai Lebih Utama Ketimbang Obral Insentif

4 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pengetatan Impor Dinilai Lebih Utama Ketimbang Obral Insentif Pengunjung tengah memilih beragam jenis pakaian bekas impor di Pasar Senen, Jakarta Pusat.(MI/Usman Iskandar)

ANALIS Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita menegaskan, kebijakan paling mendesak untuk mencegah penutupan pabrik tekstil ke depannya adalah pengamanan pasar domestik melalui pengetatan impor dan peningkatan pengawasan terhadap praktik dumping dan impor ilegal. Hal tersebut dianggap lebih penting ketimbang memberikan insentif fiskal.

Tanpa stabilisasi permintaan di pasar dalam negeri, insentif apa pun tidak akan efektif karena pabrik tetap tidak mampu menjual produknya. Pemerintah diminta segera mengendalikan arus impor tekstil jadi yang membanjiri pasar dan merusak struktur harga.

"Ini supaya pabrik dalam negeri memiliki ruang bernapas untuk bertahan," ujar Ronny, Jumat (28/11).

Ia berpandangan dalam jangka pendek, penyesuaian tarif impor dan reformasi tata niaga jauh lebih berdampak daripada sekadar pemberian insentif fiskal. Insentif fiskal memang membantu beban produksi, tetapi tidak menyelesaikan akar masalah ketika barang impor dijual jauh di bawah harga produksi lokal. 

Karena itu, kebijakan tarif safeguard, perizinan impor berbasis kebutuhan riil, dan penegakan hukum terhadap penyelundupan menjadi langkah paling realistis dan akan langsung terasa. 

"Insentif fiskal baru efektif jika pasar sudah relatif terlindungi," tegas Ronny.

Menurutnya, untuk jangka panjang, industri tekstil Indonesia harus bertransformasi dari basis produksi massal berbiaya rendah menuju industri berteknologi modern, inovatif, dan bernilai tambah tinggi. 

Strateginya meliputi modernisasi mesin, penguatan industri hulu agar tidak bergantung pada bahan baku impor, pengembangan produk tekstil teknis dan premium, pembangunan sumber daya manusia (SDM) kreatif, pengembangan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), serta diversifikasi pasar ekspor. 

Pemerintah juga diminta mendorong ekosistem industri terintegrasi dari hulu ke hilir sambil memperkuat branding global produk tekstil Indonesia. 

"Transformasi ini akan membuat industri tidak hanya bertahan, tetapi menjadi kompetitif dan tahan terhadap tekanan global," pungkasnya.

Terpisah, Asosiasi Produsen Serat & Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyebut industri hulu tekstil masih mengalami penurunan produksi yang signifikan. Sampai 2025, terdapat lima pabrik tekstil yang setop beroperasi hingga menutup usahanya. Diperkiraan terjadi pemutusan karyawan sebesar 3 ribu orang.

Sekretaris Jenderal APSyFI Farhan Aqil Syauqi menjelaskan penutupan lima perusahaan tekstil terjadi karena kerugian yang terus berlanjut akibat merosotnya penjualan di pasar domestik. 

Kondisi tersebut diperburuk oleh banjir produk impor berharga dumping, sehingga perusahaan lokal tidak mampu bersaing dan akhirnya terpaksa menghentikan operasional. (Ins/E-1)

Read Entire Article