Masifnya Serangan Hama Tikus di Indramayu: Petani Gunakan Jebakan Listrik meski Bertaruh Nyawa

3 days ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Petani Gunakan Jebakan Listrik meski Bertaruh Nyawa Petani memanen tanaman di antara jebakan listrik.(Dok. MI)

SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem. Sebagian besar petani di wilayah lumbung pangan nasional ini terpantau masih menggunakan jebakan listrik untuk melindungi persemaian padi mereka, meski cara tersebut telah terbukti memakan korban jiwa.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, mengungkapkan bahwa penggunaan aliran listrik menggunakan genset maupun aki menjadi pilihan utama petani saat ini. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko gagal tanam akibat serangan tikus yang merusak bibit padi di tahap persemaian.

“Sebagian besar petani di Indramayu masih menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik. Akibat serangan tikus sebelumnya, sejumlah petani harus melakukan semai ulang karena bibit mereka habis dirusak,” tutur Sutatang, Rabu (21/1).

Tragedi Maut dan Risiko Fatal Jebakan Listrik

Meski dianggap efektif menangkal hama, penggunaan jebakan listrik di sawah memiliki catatan kelam di Indramayu. Pada Oktober 2025, dua orang petani asal Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, yakni Tatang (46) dan Suwandi (45), tewas tersengat listrik di areal sawah.

Tak hanya manusia, hewan ternak pun menjadi korban. Pada November 2025, seekor kerbau milik warga di Desa Mekarjaya mati tersengat aliran listrik serupa. Insiden ini sempat menarik perhatian publik secara luas hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan memantau kondisi di lapangan.

Imbauan Tegas Bupati Lucky Hakim

Menyikapi fenomena yang membahayakan nyawa ini, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengeluarkan imbauan keras melalui kanal media sosial resminya. Ia meminta para petani segera menghentikan penggunaan jebakan listrik karena melanggar aturan dan sangat berbahaya.

“Saya mengimbau kepada seluruh petani di Indramayu untuk tidak memasang jebakan listrik untuk tikus di sawah-sawah. Itu jelas melanggar aturan dan berbahaya sekali. Jangankan manusia, kerbau saja sampai mati kena listrik,” tegas Lucky Hakim.

Secara khusus, Bupati juga mengingatkan mahasiswa Universitas Padjajaran (Unpad) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Indramayu agar waspada saat turun ke areal persawahan guna menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Dilema Solusi Alternatif: Biaya Fiber dan Predator yang Minim

Sutatang mengakui bahwa petani sebenarnya memiliki opsi lain seperti penggunaan pagar plastik fiber atau plastic pinian. Namun, metode ini dianggap kurang efektif dan memakan biaya tinggi.

“Untuk sawah seluas 100 bata, biaya pembelian fiber bisa mencapai Rp500 ribu. Itu pun tikus terkadang masih bisa menerobos masuk,” keluh Sutatang.

Di sisi lain, upaya pengendalian hayati melalui pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu dinilai belum mampu menekan populasi tikus yang meledak. KTNA berharap pihak terkait dan pemerintah daerah dapat duduk bersama untuk merumuskan strategi pembasmian tikus yang aman, efektif, dan tidak membahayakan nyawa petani maupun masyarakat umum. (H-3)

Read Entire Article