Lender Dana Syariah Indonesia Ngadu ke Komisi III: Rugi Rp 1,4 T

1 week ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Deputi Bidang Pemberantasan PPATK, Danang Tri Hartono, dalam Rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Paguyuban lender investasi di PT Dana Syariah Indonesia (DSI) datang mengadu ke Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta pada Kamis (15/1). Mereka menceritakan kasus yang menimpa mereka, yakni dugaan adanya gagal bayar oleh PT DSI yang merugikan para lender sebesar Rp 1,4 triliun.

Ahmad, ketua dari paguyuban itu bercerita, para korban yang mayoritas pensiunan sebetulnya sudah mulai tertarik berinvestasi di PT DSI dari tahun 2018, jauh sebelum PT DSI mendapatkan izin dari OJK. Barulah saat izin dari OJK dikantongi pada tahun 2021, mereka berbondong-bondong untuk berinvestasi.

“Karena menurut pandangan kami investasi ini menarik, Pak. Karena membiayai developer yang sudah ada pembelinya, Pak,” ucap Ahmad di hadapan Komisi III.

“Dan ada jaminannya 150 persen dari borrower, jadi kami menempatkan dana dan DSI mencari borrower-nya dan kami mendapat imbal hasilnya. Jadi imbal hasil itu dibagi dua, Pak, kepada lender itu equivalent 18 persen per tahun dan lima persennya untuk DSI sebagai wakil kita untuk menjembatani kita dengan para borrower,” tambahnya.

Namun, pada tahun 2025, para lender tidak mendapatkan imbal hasil dari investasi yang mereka berikan. Bahkan, mereka tak bisa menarik uang pokok investasi tersebut.

“Ini berlangsung sampai 6 Oktober 2025 di mana puncaknya sama sekali pihak DSI tidak bisa melakukan kewajibannya alias gagal bayar,” jelas Ahmad.

Para korban pun kesulitan untuk meminta klarifikasi dari PT DSI karena hanya melewati customer service. Terlebih, saat kantor mereka disambangi, para karyawan bekerja dari rumah dan ada plang kantor tersebut dijual.

Mereka pun membentuk sebuah paguyuban untuk mengumpulkan ribuan korban.

“Sudah terhimpun di paguyuban itu, Pak, seluruh lender yang terinformasi dari DSI itu sendiri totalnya 14.098 lender atau orang dengan total kewajiban investasinya atau total ke investasinya Rp 1,4 triliun. Nah di mana yang tergabung ke paguyuban per tanggal 14 (Januari) kemarin itu terekap Rp 1,408 T dengan jumlah lender 4.898 orang,” ucap Ahmad.

“Kami hampir 95% tergabung di dalam paguyuban. Dengan nominalnya, Pak ya, tapi dari jumlah orangnya 4.898,” tambahnya.

Pimpinan Komisi III Rano Alfath dalam rapat dengar pendapat dengan jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus. Foto: Youtube/ TVR Parlemen

Para lender ini pun mencari berbagai cara untuk mediasi dengan pihak PT DSI. Hingga akhirnya, OJK memfasilitasi pertemuan mereka pada 28 Oktober 2025.

“Di mana kami dipertemukan dengan DSI di suatu forum dan terjadi lah deal ada kesepakatan untuk membuat suatu proposal pengembalian dari DSI,” ucap Ahmad.

Mereka kemudian bertemu lagi dengan pihak PT DSI tanpa pendampingan OJK. Di sana, dibuatlah sebuah kesepakatan.

“Beliau membentuk suatu perjanjian dengan kami akan mengembalikan dana lender 100 persen dalam periode 1 tahun dan itu sudah berjalan dengan meeting-meeting berikutnya. Terealisasi tanggal 8 Desember, Pak. Mereka memberikan 0,2 persen dari dana lender ke masing-masing,” jelas Ahmad.