KPK Tahan Bos PT SMJL Terkait Kasus Pembiayaan Ekspor

9 hours ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Konpers penahanan tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit Hendarto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

KPK menahan bos PT Sakti Mait Jaya Langit (SMJL) dan PT Mega Alam Sejahtera (MAS), Hendarto. Dia merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit yang merugikan negara hingga Rp 11 triliun.

"KPK kembali menetapkan dan menahan satu orang tersangka yakni saudara HD," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam jumpa pers, Kamis (28/8).

Terhadap Hendarto dilakukan penahanan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih untuk 20 hari pertama.

Dalam kasus ini, KPK sudah lebih dulu menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka, yakni:

Hendarto diduga melakukan pertemuan dengan Dwi Wahyudi untuk membahas dan memuluskan proses pemberian fasilitas kredit. Dalam pertemuan itu, Hendarto menyampaikan kebutuhan penambahan fasilitas pembiayaan baru untuk dua perusahaan miliknya yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan tambang.

Permintaan Hendarto disambut positif oleh Dwi Wahyudi dan langsung memproses permohonan pemberian fasilitas kredit. Dalam prosesnya, diduga ada pengkondisian memorandum analisis pembiayaan (MAP) atas dua perusahaan milik Hendarto.

Kedua perusahaan milik Hendarto itu akhirnya mendapat fasilitas kredit berupa kredit investasi ekspor (KIE) dan kredit modal kerja ekspor (KMKE).

Pada Oktober 2014 hingga Oktober 2015, PT SMJL mendapat KIE sebanyak 2 fasilitas kredit kali dengan total Rp 950 miliar. Kredit diberikan untuk refinancing kebun kelapa sawit dengan luas 13.075 hektare di Kabupaten Kapuas, Kalteng, dengan tenor 9 tahun.

Kemudian, PT SMJL juga mendapat KMKE senilai Rp 115 miliar, yang diperuntukkan refinancing kebun kelapa sawit milik PT SMJL.

Sementara, untuk PT MAS pada April 2015 mendapat fasilitas kredit sebesar USD 50 juta atau setara Rp 670 miliar pada kurs saat itu.

"Bahwa dalam pemberian fasilitas pembiayaan kepada PT SMJL diketahui adanya niat jahat (mens rea), baik dari pihak debitur maupun dari pihak kreditur," ujar Asep.

Konpers penahanan tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit Hendarto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Asep memaparkan, Hendarto melalui PT SMJL diduga sengaja mengagunkan lahan sawit yang sedang bersengketa karena berada di kawasan hutan lindung dan hutan konservasi.

Sementara, Dwi Wahyudi sebagai pihak kreditur diduga sengaja menyetujui pemberian fasilitas kredit kepada perusahaan PT SMJL. Hal itu dilakukan dengan mengabaikan ketentuan yang berlaku.

"Sementara terkait PT MAS (sektor pertambangan batu bara), diketahui tidak layak mendapat pembiayaan sebesar USD 50 juta," jelas Asep.

Pemberian kredit dinilai tidak layak karena saat itu harga batu bara sedang turun. Sehingga, berpotensi adanya gagal bayar.

Namun fasilitas kredit tetap diberikan karena adanya kongkalikong dengan PT Bara Jaya Utama (holding PT SMJL dan PT MAS).

Hendarto diduga menggunakan fasilitas kredit yang diberikan tak sesuai peruntukannya. Dia malah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadinya.

"Digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian aset, kendaraan, kebutuhan keluarga, hingga bermain judi," ungkap Asep.