Bapanas Gunakan Beras Fortifikasi untuk Percepat Penurunan Stunting di NTT

12 hours ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Bapanas Gunakan Beras Fortifikasi untuk Percepat Penurunan Stunting di NTT Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto.(Dok. Antara)

BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mendukung penuh upaya mempercepat penurunan stunting dan gizi buruk di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui implementasi beras fortifikasi. Dukungan dari Bapanas yakni memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi.

“Bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas, beras menjadi fokus utama karena mengejar rasa kenyang. Di situlah fortifikasi menjadi penting, agar kenyang tetap didapat dan sehat juga didapat,” ujar Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11).

Sebagai informasi, beras fortifikasi adalah beras yang telah diperkaya dengan vitamin dan mineral tambahan melalui proses teknologi pangan untuk meningkatkan kandungan gizinya

Menurut Andrik, beras fortifikasi merupakan solusi realistis karena menjangkau langsung pola konsumsi harian masyarakat, sekaligus memberikan dampak gizi jangka panjang.

Bapanas, lanjutnya, berkomitmen untuk mengarahkan dan mengawal implementasi beras fortifikasi, termasuk dalam skema bantuan pangan pemerintah pusat maupun daerah. Pengawalan tersebut difokuskan pada wilayah dan kelompok sasaran dengan tingkat stunting dan kerentanan gizi mikro, sehingga intervensi pangan benar-benar berdampak dan efisien.

“Jika beras yang disalurkan bernilai gizi lebih tinggi, maka manfaat bantuan pangan akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Penguatan intervensi berbasis pangan pokok bergizi seperti menggunakan beras fortifikasi pada pemberian makanan tambahan (PMT) dinilai sangat relevan untuk mempercepat penurunan stunting hingga gizi buruk.

“Terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi dan layanan dasar,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTT Iien Adriany.

Secara nasional, prevalensi stunting Indonesia berhasil diturunkan dari 27,7% menjadi 19,8% dalam lima tahun terakhir. Sejalan dengan capaian tersebut, kata Iien, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu wilayah prioritas penguatan intervensi stunting.

Meski prevalensi stunting di NTT masih relatif tinggi, data menunjukkan adanya tren penurunan dari 37,9% menjadi 37% pada 2025. Menurutnya, itu menandakan adanya progres awal yang perlu terus diperkuat melalui intervensi pangan bergizi yang lebih terarah.

Adapun fortifikasi pangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Produk ini juga telah ditetapkan sebagai strategi penting dalam perbaikan status gizi masyarakat.

Bahkan, beras fortifikasi telah menjadi indikator prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029, sebagai bagian dari agenda besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Secara substansi gizi, beras fortifikasi mengandung mikronutrien esensial seperti vitamin A, vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B6, B12), asam folat, serta mineral zat besi dan zinc.

Kandungan tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, kesehatan ibu hamil, pencegahan anemia, serta penguatan daya tahan tubuh, khususnya bagi kelompok paling rentan terhadap gizi buruk.

Bapanas mendorong kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, dinas teknis serta KFI. Sinergi ini diharapkan mampu memastikan beras fortifikasi diterapkan secara terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan, guna mewujudkan masyarakat NTT yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing. (H-3)

Read Entire Article